Langsung ke konten utama

Cemburu Dalam Islam

SUNGGUH AKU CEMBURU...

- Aku cemburu melihat orang yang ikhlas membantu sesama bahkan dalam keterbatasan yang mereka miliki.

- Aku cemburu pada orang-orang yang lebih banyak bersyukur dan gemar berbagi, padahal yang didapatkan sama bahkan tidak lebih dari aku.

- Aku cemburu pada mereka yang dalam kondisi tersempit sekalipun masih bisa meluangkan untuk berbagi dan semakin mencintai Allah.

- Aku cemburu pada mereka yang begitu rajin chatting dengan Allah dalam tahajjud.

- Aku cemburu saat melihat dan mendengar seorang wanita membaca ayat suci Al-Qur'an dengan begitu indah dan mempesona sementara aku biasa saja.

- Aku cemburu kepada hamba Allah yang bisa menghafal Al Quran 30 juz dan selalu bersemangat karena hidup ini untuk beribadah kepada Allah.

- Aku cemburu pada orang yang setiap pekan bisa melingkar bersama para gurunya menuntut ilmu.

- Aku cemburu pada waktu yang kulalaikan dari-Nya dan tak mungkin kembali. Ingin kembali dan bermohon ampun mengharap cinta-Nya.

- Aku cemburu pada bidadari di surga, diciptakan untuk lelaki yang shalih. Sedangkan aku harus terus memperbaiki diri agar ia cemburu padaku.

- Aku cemburu pada mereka yang selalu disayangi oleh sahabat dan orang-orang terdekatnya.

- Aku cemburu pada mereka yang berprestasi, dan selalu bisa diandalkan.

- Aku cemburu pada mereka yang selalu ontime dan rapi dalam menyelesaikan pekerjaannya.

- Aku cemburu pada orang-orang yang selalu bisa membagi waktunya dengan baik, untuk beribadah, bekerja, belajar, berdakwah, menulis dan berkumpul dengan keluarganya dan...

- Aku cemburu pada sahabat-sahabat ku yang telah menggenapkan setengah diennya, mempunyai keluarga bahagia dan anak-anak yang membanggakan.

Semoga tulisan ini dapat memberikan hikmah, baik kepada penyampai maupun kepada pembaca.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadits Muslim No. 2731

"Demi Allah, sebenarnya saya tidak membutuhkan wewangian seperti ini, hanya saja saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di atas mimbar: "Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan ihdad atas mayyit melebih tiga hari, kecuali karena kematian suaminya yaitu empat bulan sepuluh hari." (HR. Muslim: 2731)